Penyebab Umat Islam Lemah Menurut Rasulullah Saw

...

al-Ibar.net – Zaman sekarang, umat Islam benar-benar dalam posisi lemah dan dihinakan. Di banyak tempat umat Islam mengalami kemiskinan, tidak memiliki suara dalam lingkar kekuasaan, diusir, bahkan dijajah dan dibunuh. Mulai dari kasus Uighur, Rohingya, dan Palestina.

Pertanyaannya kemudian, kenapa umat Islam selamah ini? Sepertinya, apa yang pernah diwanti-wantikan oleh baginda Rasulullah saw. sudah terjadi. Rasulullah saw. bersabda,

يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Akan tiba masanya bangsa-bangsa saling mengajak untuk (mengalahkan) kalian sebagaimana sekumpulan orang saling mengajak (untuk memakan makanan) di talamnya. Lalu ada orang bertanya, “Apakah karena kita sedikit pada waktu?” “Bahkan kalian banyak, tapi kalian buih sebagaimana buih banjir. Dan Allah mencabut rasa takut dari hati musuh kalian. Dan Allah menanamkan al-Wahn di hati kalian. Lalu ada seorang yang bertanya lagi, “Apa yang dimaksud al-Wahn wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Senang dunia dan takut mati” (HR. Abu Daud)

Dalam hadis ini, Rasulullah mengatakan, di suatu zaman umat Islam berada dalam kondisi sangat lemah. Sampai-sampai, umat Islam itu seperti makanan yang siap disantap dari segala sisi.

Hal itu bisa terjadi bukan karena umat Islam sedikit. Umat Islam sangat banyak, tapi seperti buih. Tidak punya kekuatan dan hanya bisa terombang-ambing di atas air. Penyebabnya satu, yaitu al-Wahn; cinta dunia dan takut mati.

Imam Tsa’alabi menjelaskan dalam Jawahir al-Hisan, penyebab utama kelemahan umat Islam memang terletak pada hati yang cinta dunia. Sehingga tidak mau berkorban dan berjihad di jalan Allah. Beda dengan para sahabat nabi, meski sedikit mereka ditakuti. Karena di hati mereka hanya rida Allah. Perjuangan mereka murni untuk Allah.

Syaikh Ramadan al-Buthi juga mencoba menguraikan penyebab umat Islam menjadi lemah. Kata beliau dalam kitabnya, Bathin al-Itsmi, sumber kelemahan Umat Islam adalah al-Wahn, cinta dunia. Karena dari cinta dunia ini lahir penyakit yang paling mematikan, yaitu perpecahan.

Menurut beliau, yang dimaksud cinta dunia bukan hanya cinta uang dan emas, tapi juga hal lain yang bersifat keduniaan. Seperti pangkat, jabatan, dan kenikmatan dunia lainnya. Begitu sering kita temukan, sesama umat Islam bertengkar karena saling merebut harta atau jabatan.

Kapan Umat Islam akan Bersatu?

Namun yang sangat penting untuk difahami, hadis nabi di atas bukan untuk pembenaran atas kelemahan umat Islam. Apa lagi pembenaran pada tercerai-berainya umat Islam. Bukan!

Hadis di atas sebagai warning dari Rasulullah agar jangan sampai umat Islam meletakkan dunia di atas perjuangan agama. Jangan sampai umat Islam kocar kacir barisannya. Jangan sampai umat Islam menjadi buih yang tak berdaya.

Muhammad Rasyid Rida menegaskan dalam tafsirnya, al-Manar, bahwa sabda nabi mengenai mala petaka akhir zaman bukan agar umat Islam terjerumus dalam petaka itu. Bukan agar menjadi bagian dari pelaku petaka itu. Akan tetapi, agar umat Islam bisa menghindarinya dan bisa melawan bahayanya.

Artinya, di suatu masa umat Islam memang akan lemah disebabkan perpecahan. Akan tetapi, nabi mewanti-wanti kita agar jangan menjadi pelaku dari perpecahan itu. Kita memiliki tugas untuk menjadikan umat Islam kuat dan hebat. Salah satunya dengan memupuk persatuan umat Islam. Tentu landasannya adalah rida Tuhan.

Maka, ketika umat Islam ingin membebaskan Palestina dari penjajahan misalnya, persatuan adalah kuncinya. Umat Islam dari segala penjuru dunia satu suara, “Palestina Merdeka”.

Al-Habib Abu Bakar ‘Ali Masyhur, ulama Yaman mengatakan dalam salah satu wawancaranya di channel “Ahmad Amin” dengan judul “Mauidu Tahrir Falestin” bahwa Palestina akan menang ketika ada persatuan. Yakni, ketika umat Islam sedunia bergerak bersama membela Palestina.

Untuk saat ini, membela Palestina dengan apa yang kita bisa. Yang bisa menulis, dengan tulisan. Yang memiliki harta, dengan berdonasi. Yang memiliki jabatan, dengan kebijakan. Dan begitu seterusnya. Bantuan sekecil apapun, sangat dibutuhkan oleh saudara kita di Palestina.

Jadi, kuncinya adalah persatuan. Namun, kapan persatuan umat akan terjadi? Kapan umat Islam akan menjadi kuat dan hebat? Wallahu A’lam. Kita mulai dari diri sendiri.

Saifuddin Syadiri

Kader HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) Surabaya dan aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Surabaya.

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com