Akidah

Hukum Membaca Surah Yasin di Malam Jumat, Bid’ah?

...

al-Ibar.net – Sebagian umat Islam di Indonesia, terutama di pedesaan memiliki tradisi membaca Surah Yasin setiap malam Jumat. Pahala bacaan Surah Yasin itu dihadiahkan kepada famili-famili mereka yang sudah meninggal.

Lalu, bagaimana hukum membaca Surah Yasin setiap malam Jumat tersebut? Aapakah ada dalilnya, baik dari al-Quran, hadis atau pendapat para ulama? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis uraikan sebagaimana berikut:

Pertama, tradisi yang dilakukan oleh masyarakat tidak ada masalah. Islam tidak anti tradisi. Sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam, tradisi boleh dilanggengkan. Apa lagi masih ada nilai-nilai Islamnya. Misal, kegiatan yang ada bacaan al-Qurannya.

Kedua, membaca Surah Yasin untuk orang yang meninggal ternyata pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

اقْرَءُوا (يس) عَلَى مَوْتَاكُمْ

“Bacalah Surah Yasin untuk orang-orang kalian yang meninggal.” (HR. Imam Abu Daud)

Menurut sebagian ulama, hadis ini daif. Akan tetapi, Imam Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadis ini sahih. Imam Abu Daud juga berpendapat, hadis ini sahih (bisa dijadikan hujjah hukum).

Selain itu, Imam Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan hadis dalam karyanya, al-Musnad,

 ويس قلب القرآن لا يقرؤها رجل يريد الله تبارك وتعالى والدار الآخرة الا غفر له واقرءوها على موتاكم …

“… Surah Yasin adalah hati al-Quran. Surah Yasin tidak dibaca oleh seseorang yang mengharapkan Allah SWT dan hari kiamat kecuali dosanya diampuni. Dan bacalah (Surah Yasin tersebut) untuk orang-orang kalian yang meninggal.” (HR. Ahmad)

Ketika ulama menjelaskan hadis tersebut, mereka berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, Surah Yasin itu dibaca di samping orang yang mau meninggal. Tujuannya agar keluarnya ruh lebih mudah. Juga, agar dia bisa mengambil pelajaran dari isi Surah Yasin itu.

Ada juga yang mengatakan, membaca Surah Yasin itu untuk orang yang sudah meninggal. Karena redaksi hadisnya menggunakan kata “Mautâ”. Artinya orang-orang yang sudah meninggal.

Selain dua pendapat di atas, ada juga sebagian ulama yang mengatakan bahwa Surah Yasin dibaca untuk orang yang mau meninggal dan untuk orang yang sudah meninggal. Boleh kedua-duanya.

Di antara ulama yang berpendapat bahwa Surah Yasin bisa dibacakan untuk orang yang ingin meninggal dan orang yang sudah meninggal adalah Syekh Maduddin at-Taimiyah. Beliau adalah kakek Syekh Ibnu Taimiyah.

Ibnu an-Najjar menulis dalam kitab Syarh al-Kaukab al-Munir,

وَمِنْ ذَلِكَ مَا قَالَهُ الْمَجْدُ فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { اقْرَءُوا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ } يَشْمَلُ الْمُحْتَضَرَ وَالْمَيِّتَ قَبْلَ الدَّفْنِ وَبَعْدَهُ ، فَبَعْدَ الْمَوْتِ حَقِيقَةٌ ، وَقَبْلَهُ مَجَازٌ

“Di antaranya adalah apa yang telah diungkapkan oleh al-Majdu (Syekh Majduddin Abdus Salam at-Taimiyah, kakek dari Syekh Ibnu Taimiyah) tentang hadis: “Bacalah Surah Yasin di dekat orang-orang kalian yang mati”. Yang dimaksud al-Mauta (orang-orang mati) dalam hadis tersebut mencakup orang yang akan mati dan orang sudah mati. Baik yang belum dikubur dan yang sudah dikubur. Maka jika al-Mauta diartikan “Orang yang sudah mati”, maka diartikan secara hakikat (sesuai arti bahasa). Sedangkan jika diartikan “Orang yang akan meninggal” maka diartikan secara majaz (tidak sesuai arti bahasa).

Tradisi Ulama Membaca al-Quran untuk Orang yang Meninggal

Sebenarnya, membaca al-Quran untuk orang meninggal itu sudah dilakukan sejak dulu. Sudah menjadi tradisi turun temurun, dari generasi ke generasi. Tidak ada yang mengingkari atau menuduh bidah.

Hal ini sebagaimana ditulis oleh Syekh Ibnu Qudamah, salah satu ulama mazhab Hanbali. Ibnu Qudamah memulai penjelasan dengan sebuah keterangan bahwa pahala amal ibadah boleh diperuntukkan untuk orang meninggal. Pahala itu juga bisa sampai dan bermanfaat untuk orang meninggal itu. Ibnu Qudamah menulis,

فكذلك ما سواها مع ما ذكرنا من الحديث في ثواب من قرأ يس وتخفيف الله تعالى عن أهل المقابر بقراءته

“Begitu juga selainnya (pahala puasa, haji, dan istighfar) sebagaiamana yang kami sebutkan tentang hadis yang menjelaskan pahala orang yang membaca Yasin dan Allah SWT meringkan siksa ahli kubur sebab bacaan Yasin (yang diperuntukkan untuk ahli kubur).”

Lebih lanjut, beliau menulis dalam kitab al-Mughni,

وانه إجماع المسلمين فانهم في كل عصر ومصر يجتمعونه ويقرأون القرآن ويهدون ثوابه الى موتاهم من غير نكير

“Dan sesungguuhnya, ada ijma’ (kesepakatan umat Islam bahwa pahala ibadah boleh dikirimkan dan sampai kepaa mayit), karena sesungguhnya di setiap masa dan negeri, umat Islam berkumpul, membaca al-Quran, dan menghadiahkan pahalanya untuk orang-orang yang sudah meninggal, tanpa ada yang mengingkari.”

Dalil Membaca Surah Yasin di Malam Jumat

Lantas kenapa harus membacanya di malam Jumat? Itu hanya tradisi, di samping juga ada hadis yang menjelaskan bahwa kita dianjurkan membaca Yasin setiap malam. Rasulullah SAW bersabda,

من قرأ يس في ليلة أصبح مغفورا له

“Barangsiapa yang membaca Yasin di suatu malam, maka di pagi harinya dia mendapatkan ampunan.” (HR. Abu Ya’la)

Hadis ini tercantum dalam tafsir Ibnu Katsir. Menurut beliau, sanad hadis ini Jayid (bagus, darajatnya di antara sahih dan hasan). Jadi, Rasulullah SAW menganjurkan kita membaca Yasin di malam hari. Tentu membaca di malam Jumat juga termasuk dalam hadis ini.

Bahkan, dalam hadis lain ada beberapa penjelasan bahwa kita dianjurkan membaca Surah Yasin di Malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَرَأَ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ حم الدُّخَانَ وَيس أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ

“Barang siapa yang membaca di malam Jumat Surah Hamim ad-Dukhan dan Surah Yasin, maka Allah SWT menagmpuni-nya di pagi hari.” (HR. Imam Baihaqi, menurut beliau hadis ini daif).

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يَسِ وَالصَّافَّاتِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَعْطَاهُ اللهُ سُؤْلَهُ

 “Barangsiapa membaca Surah Yasin dan Shaffat di malam Jumat, maka Allah SWT akan memberi permintannya.” (HR. Abu Daud)

Menurut penjelasan al-Munawi dalam Fayd al-Qadir, hadis ini munqathi (sanadnya terputus). Dengan demikian, dua hadis yang menjelaskan membaca Surah Yasin di malam Jumat ini daif. Tapi, bisa diamalkan karena masuk dalam fadailul a’mal sebagaimana pendapat para ulama.

Alakullihal, membaca Yasin pada malam Jumat dan pahalanya dihadiahkan untuk orang meninggal itu tidak bidah dengan beberapa alasan: Pertama, menurut dalil sahih, pahala apa saja itu sampai kepada mayit. Kedua, ada perintah dari Rasulullah SAW untuk membacakan Yasin yang dihadiahkan kepada mayit. Ketiga, perintah Rasulullah SAW untuk membaca Yasin di malam hari. Keempat, perintah Rasulullah SAW untuk membaca Yasin di malam Jumat. Wallahu A’lam.

Saifuddin Syadiri

Kader HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) Surabaya dan aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Surabaya.

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com