Akidah

Mengangkat Tangan untuk Berdoa setelah Salat Fardu, Bid’ah?

...

al-Ibar.net-Ada sebagian orang tidak mau mengangkat tangan ketika berdoa setelah salat fardu. Alasannya, karena tidak ada contoh dari Rasulullah saw.. Bahkan ada kelompok yang menyalahkan masyarakat ketika berdoa setelah salat fardu dan mengangkat tangan. Kelompok ini menganggap, mengangkat tangan untuk berdoa setelah salat fardu adalah bid’ah, sesat, dan masuk neraka.

Apakah tuduhan bid’ah ini dapat dibenarkan? Penulis tidak ingin membahas benar dan tidaknya. Penulis hanya ingin memaparkan bahwa ada riwayat yang menjelaskan, Rasulullah saw. mengangkat tangan untuk berdoa setelah salat.

Sebelum itu, kita bahas juga, apakah berdoa setelah salat fardu itu dianjurkan? Menurut hadis yang penulis baca, berdoa setelah salat fardu sangat dianjurkan. Bahkan berdoa setelah salat fardu kemungkinan besar akan dikabulkan. Karena setelah salat fardu adalah waktu mustajab.

Dalam sebuah riwayat disebutkan,

وعن أَبي أمامة – رضي الله عنه – قَالَ : قيل لِرسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – : أيُّ الدُّعاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : (( جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَواتِ المَكْتُوباتِ )) . رواه الترمذي ،وقال : (( حديث حسن ))

“Abi Umamah berkata, “Rasulullah pernah ditanya, “Kapan berdoa yang paling diterima?” Rasulullah menjawab, “Di tengah malam yang terakhir dan di belakang (setelah) salat fardu.””

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Menurut Imam Tirmidzi, hadis ini berstatus Hasan.

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. sangat menganjurkan kepada kita agar mengangkat tangan ketika berdoa. Karena mengangkat tangan adalah salah satu adab berdoa yang memberi peluang besar agar doa kita diterima.

Rasulullah saw. bersabda,

إن الله رحيم حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى إذا رفع الرجل إليه يديه أن يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Allah Mahakasih, Maha Pemalu, dan Mahamulia. Allah malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya, lalu Allah mengembalikan kedua tangan itu dengan kecewa.” (HR. Imam Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kepada kita untuk mengangkat tangan ketika berdoa. Karena ketika kita mengngkat tangan, maka besar kemungkinan Allah akan mengabulkan doa dan permintaan kita. Termasuk ketika kita berdoa setelah salat fardu. Ketika kita mengangkat tangan, besar kemungkinan doa kita dikabulkan.

Lalu, apakah Rasulullah pernah mengangkat tangan untuk berdoa setelah salat fardu?

Imam Ibnu Katsir menyebutkan sebuah hadis bahwa Rasulullah mengangkat tangan setelah salat fardu. Hadis tersebut sebagaimana berikut:

عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رفع يده بعدما سلم، وهو مستقبل القبلة فقال: “ اللهم خلص الوليد بن الوليد، وعياش بن أبي ربيعة، وسَلَمة بن هشام، وضعفة المسلمين الذين لا يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا من أيدي الكفار.

“Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw. mengangkat tangannya setelah salam (dalam riwayat lain setelah salat Zuhur) dan beliau menghadap kiblat. Lalu Rasulullah berdoa, “Ya Allah, seleamatkanlah al-Walid bin al-Walid ….”

Menurut Imam Ibnu Katsir, hadis ini memiliki penguat dalam kitab sahih.

Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa Rasulullah saw. mengangkat tangan ketika berdoa setelah salat:

حدثنا محمد بن يحيى قال رأيت عبد الله بن الزبير ورأى رجلا رافعا يديه قبل أن يفرغ من صلاته فلما فرغ منها قال إن رسول الله صلى الله عليه و سلم لم يكن يرفع يديه حتى يفرغ من صلاته

“Muhammad bin Yahya berkata, ‘Aku melihat Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Zubair melihat seorang laki-laki yang mengangkat kedua tangannya sebelum selesai salat. Ketika laki-laki itu selesai melaksanakan salat, Sayidina Abdullah bin Zubair berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. tidak mengangkat kedua tangan sehingga selesai salat.’” (HR. Imam Thabrani)

Menurut Imam Suyuthi, sebagaimana dikutip oleh Syaikh al-Mubarakfuri, hadis ini diriwayatkan oleh rawi tsiqah. Syaikh al-Mubarakfuri juga mengatakan, hadis ini ditulis oleh al-Imam al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid. Al-Haitsami mengatakan, rawi-rawi hadis ini adalah tsiqah.

Alakullihal, melihat uraian dalil di atas, mengangkat tangan untuk berdoa setelah salat fardu boleh-boleh saja. Tidak bid’ah apalagi sampai menyebabkan masuk neraka. Syaikh al-Mubarakfuri menegaskan dalam kitab Tuhafah al-Ahwadzi, pendapat yang rajih (kuat) adalah boleh mengangkat tangan untuk berdoa setelah salat fardu. Bahkan dianjurkan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Swt.[]

Saifuddin Syadiri

Kader HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) Surabaya dan aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Surabaya.

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com