Keluarga

Cocok buat Mama Muda Nih, 4 Metode Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini

...
Kedua orang tua mendidik karakter anak sejak usia dini (fr.freepik.com)

Pendidikan adalah sarana sangat penting yang digunakan untuk membantu kelangsungan hidup di masa mendatang. Karena pendidikan memiliki fungsi mencerdasarkan setiap insan yang lahir ke dunia. Tidak hanya itu, pendidikan juga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Sedangkan karakter merupakan salah satu komponen integral dalam hidup yang tidak akan terlepas dari setiap individu. Hal tersebut merupakan sesuatu dasar dan sangat penting bagi manusia. Manusia tanpa karakter ibarat robot, berakal tetapi mengalami kekosongan jiwa dan hati. 

Namun, sejauh ini pendidikan karakter kurang diperhatikan oleh para orang tua, terkadang mereka lebih menekankan pada kecerdasan intelektual dan mengesampingkan pengembangan moral pada anaknya.

Pentingnya pendidikan karakter atau pendidikan akhlak ini telah dipertegas oleh Rasulullah SAW.. Beliau bersabda, 

انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” (HR. Al-Baihaqi). 

Jika Nabi Muhammad SAW. diperintahkan Allah SWT. untuk memperbaiki akhlak, maka betapa penting akhlak mulia itu bagi umat manusia. Oleh karenanya, sangat perlu untuk diajarkan kepada anak di usia keemasan yaitu usia dini. 

Usia dini merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi dan kepribadian yang dimiliki oleh anak. Upaya pengembangan ini dapat dilakukan dengan
berbagai cara termasuk pendidikan karakter. Berikut paparan empat metode yang mampumemperkenalkan pendidikan karakter pada anak  usia dini:

1. Metode keteladanan

Metode keteladanan adalah metode influitive yang paling meyakinkan keberhasilanya dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan sosial anak. Sebab, keteladanan adalah contoh terbaik bagi anak yang akan ditiru dalam perilaku dan sopan santunnya. Metode ini sangat sesuai untuk, digunakan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial anak.

Metode keteladanan yang digunakan oleh orang tua  secara tidak langsung lebih mengarah pada kompetensi si anak itu sendiri. Sebab, dengan contoh keteladanan yang baik otomatis anak akan mengikuti gerak-gerik setiap hal yang dilakukan oleh orang tua. Apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan akan masuk dalam memori anak. Kemuadian akan dilaksanakan dan dikembangkan kembali oleh anak.

Nabi Muhammad SAW. adalah figur atau teladan bagi umat manusia. Ketika orang tua meneladani karakter dan perilaku Nabi Muhammad, maka muncullah nilai-nilai moral yang terpuji dalam sosok orang tua. Ketika orang tua berperangai terpuji, maka secara alamiah anak meniru dan meneladani perilaku terpuji orang tua. Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.“ (QS. Al-Ahzab: 21). 

 

2. Metode pembiasaan

Menurut Ahmad Tafsir dan dikutip oleh Muhammad Fadlillah, metode pembiasaan adalah suatu cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak berfikir, bersikap, bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam. Hakikat dalam pembiasaan sebenarnya berintikan pengalaman. Pembiasaan adalah sesuatu yang diamalkan. Inti dari pembiasaan adalah pengulangan. 

Dalam pembinaan sikap, metode pembiasaaan sangat efektif digunakan. Metode pembiasaan akan melatih kebiasaan-kebiasaan yang baik kepadaanak sejak usia dini. Apabila orang tua setiap masuk rumah mengucapkan salam, itusudah bisa diartikan sebagai usaha pembiasaan. Bila anak masuk rumah tidakmengucapkan salam, orang tua mengingatkan agar bila ia masuk ruangan hendaknyamengucapkan salam. Ini juga satu cara membiasakan anak sejak dini.

3. Metode bercerita

Cerita adalah salah satu cara untuk menarik perhatian anak. Biasanya, cerita yang disukai anak adalah cerita yang berkaitan dengan dunia binatang, seperti cerita si kancil atau sejenisnya. 

Metode bercerita adalah suatu cara menyampaikan kisah-kisah atau cerita yang dapat menarik perhatian anak. Cerita atau kisah sangat diperlukan dalam dunia pendidikan, khusunya pendiidkan anak usia dini.

Beberapa manfaat metode cerita bagi pendidikan anak usia dini antara lain: membangun kontak batin antara anak dengan orang tuanya; menjadi media penyampaian pesan terhadap anak; menadi pendidikan imajinasi atau fantasi anak; dapat melatih emosi atau perasaan anak; membantu proses identifikasi diri; memperkaya pengalaman batin; sebagai hiburan atau menarik perhatian anak; dapat membentuk karakter anak.

Berbicara tentang metode bercerita, alangkah baiknya jika orang tua mengajarkan kisah-kisah teladan yang ada dalam al-Quran, seperti kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan kisah Nabi-Nabi lainnya. Karna salah satu keistemewaan al-Quran adalah terdapatnya kisah-kisah nyata yang memiliki nilai dan pesan moral. Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Alu ‘Imran: 62).

 

4. Metode karyawisata

Karyawisata sebagai metode pengajaran memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati. Dengan cara tersebut anak akan mendengar, merasakan, melihat dan melakukan. 

Anak dapat mendengar suara burung, air, tumbuhan dan yang lainnya. Anak dapat merasakan dinginnya air, panasnya matahari, tiupanangin, dan lain-lain. Anak dapat melihat berbagai jenis tananaman, bentukbenda-benda yang dilihatnya. Anak dapat menyentuh muka kulit pohon, daun, batu dan lainnya.

Ketika berwisata, hendaknya orang tua menyelipkan nilai-nilai tafakkur dan tasyakkur tentang ciptaan Allah. Dengan demikian, muncullah kedekatan antara orang tua dan anak karena wisata adalah hal yang yang menyenangkan bagi setiap individu. Namun, wisata akan bermakna jika seseorang mampu memetik hikmah di balik keindahan alam sebagai ciptaan Allah SWT.. 

Keindahan ciptaan Allah tersebut telah dijelaskan dalam Surat Ass-Syams:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (4) وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا (5) وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا (6) وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) 

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),“ (QS. Asy-Syams: 1-7).

Demikian metode-metode pendidikan karakter yang perlu diterapkan oleh para orang tua pada anak usia dini. Pepatah mengatakan, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air. 

Dalam pepatah itu ada dua perumpamaan yaitu batu dan air. Ketika mengajarkan akhlak pada anak sejak kecil maka tumbuhlah akhlak yang baik itu secara kokoh. Namun, jika orang tua terlambat mengajari karakter pada anak, maka timbullah perilaku anak yang berubah-rubah sebagaimana air.

Nurul Makrifah

Dosen STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com