Milenial

Perempuan Itu Dicintai bukan Dinodai!

...
Sumber gambar: segaya.com

al-ibar.net – Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan. Ada pria, ada wanita. Allah SWT juga menciptakan cinta di antara keduanya. Maka terciptalah keterkaitan satu sama lain dalam balutan kasih sayang dan cinta.

Cinta sendiri merupakan anugerah, meski kadang bisa nampak sebagai masalah. Hal ini bisa saja disebabkan oleh cara mencintainya yang salah. Agama Islam sendiri tidak melarang kita jatuh cinta. Cinta adalah masalah hati yang kadang sulit dipahami. Bisa saja seseorang tidak ingin jatuh cinta, tapi hati malah sebaliknya.

Islam Justru sangat peduali terhadap cara yang benar saat kita jatuh cinta hingga mengatur pola cara menjalankannya. Tak heran jika dalam Islam kemudian ada istilah ta’atruf, pintu menuju pernikahan. Melalui hal ini, hal paling utama yang harus dipahami adalah jangan sampai cinta itu menjadi nafsu. Boleh mencintai, tapi jangan sampai menodai. Dalam Islam, kesucian adalah hal yang sangat diprioritaskan. Tak heran dalam kitab fikih bab pertama yang dikaji adalah tentang kesucian. Tentu, jika direnungkan lebih dalam, tidak hanya kesucian lahir, tapi juga kesucian batin.

Sangat disayangkan, jika cinta yang tumbuh hanya menjadi alasan untuk berbuat dosa. Tentu saja itu bukan cinta, tapi nafsu setan yang mencoba menggoda atas nama cinta. Cinta sejati akan selalu memiliki tanggung jawab untuk melindungi. Melindungi dari bahaya duniawi maupun ukhrawi.

Ada kisah yang penting untuk direnungi bagi anak muda sekarang: dulu pernah ada salah seorang pemuda datang kepada Rasulullah SAW. Pemuda itu tiba-tiba mengatakan:

ائذن لي بالزنا

“Izinkan aku berzina!”

Spontan saja para sahabat melarang pemuda itu dan mengusirnya. Bahkan, ada yang ingin memukulnya. Ketika melihat hal itu, Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk mendekatkan anak muda itu. Pemuda itu kemudian duduk di hadapan Rasulullah SAW.

“Apakah kau ingin jika ada seorang berzina dengan ibumu?” “Tidak,” jawab pemuda itu. “Begitu juga orang lain. Mereka tidak ingin ibunya berzina dengan seseorang,” Rasulullah SAW menjelaskan. “Kalau putrimu?” Rasulullah SAW bertanya lagi. “Tidak,” jawab pemuda itu lagi. “Begitu juga orang lain. Mereka tidak ingin jika putri mereka berzina dengan seseorang.” “Kalau saudarimu?” kata Rasulullah SAW lagi. “Tidak,” “Begitu juga orang lain. Mereka tidak ingin jika saudari mereka berzina dengan seseorang.” Kemudian, Rasulullah SAW meletakkan tangan beliau ke dada pemuda itu dan berdoa, “Ya Allah SWT, ampuni dosanya, sucikan hatinya, jaga kemaluannya!” (HR. Imam Ahmad)

Bisa dilihat betapa suci dan indahnya cinta yang diinginkan oleh Rasulullah SAW. Perempuan itu dicintai, bukan dinodai. Cintailah perempuan seperti mencintai ibu, adik, dan anak sendiri. Maka, cinta kita akan tulus dan suci. Tidak akan pernah menodai. Karena, tidak ada laki-laki yang masih waras yang ingin keluarganya berzina dengan orang lain.

Bagi perempuan pun sebaliknya, cintailah laki-laki seperti mencintai ayah, saudara, dan anak sendiri. Jangan sampai berbuat dosa dengannya. Sebab, tidak ada perempuan yang masih waras yang ingin keluarganya berzina.

Maksud menodai di sini tentu saja buka hanya zina, tapi segala larangan Allah SWT jika dilakukan itu juga noda, seperti pacaran, berduaan, dan seterusnya. Saya masih ingat betul pesan guru saya, bahwa cinta yang diawali dengan dosa, sedikit banyak akan berpengaruh saat menjadi keluarga. Jadi, jatuh cintalah dengan cinta yang suci.

Selain itu, di antara cara Islam menjaga cinta agar tetap suci adalah melarang khulwat, yaitu posisi di mana laki-laki dan perempuan berduaan.

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan. (Jika hal itu terjadi, maka akan dihadiri makhluk ketiga: setan,” (HR. Imam Ahmad).

Sayid Muhammad al-Maliki sempat mengutip dan memberikan catatan terhadap hadis ini, bahwa perempuan diciptakan sebagai tempat tercurahnya cinta bagi laki-laki. Laki-laki akan sangat nyaman jika bersama perempuan. Sebaliknya, laki-laki juga tercipta sebagai tumpuan cinta perempuan. Perempuan akan sangat merasa nyaman saat bersama laki-laki. Oleh karenanya, sebelum ada akad, Islam melarang laki-laki dan perempuan berduaan. Khawatir rasa nyaman kenyamanan itu menjadi dosa kepada Allah SWT.

So, cintailah perempuan sepenuh hati. Cintailah laki-laki dengan nurani. Jangan menodai dan jangan mau dinodai. Jatuh cinta bukan seperti sedang memilih buah-buahan; dipegang, diraba-raba, dicium-cium, dipencet-pencet, lalu ditinggalkan. Lalu, siapa yang dirugikan?

Shohibul Ilmi

Da’i muda yang kini tinggal di Bangkalan

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com