Milenial

Budayakan Senyum Salam Santun!

...

al-Ibar.net - Guys, akhir-akhir ini kita dibanjiri dengan gaya dan style anak, remaja, bahkan emak-emak yang bertingkah kekinian. Bahkan muncul istilah kids jaman now dengan pola tingkah laku kekinian berbasis digital dan media sosial. Anak-anak jaman dahulu yang terbiasa dengan permainan petak umpet, loncat tinggi, klereng, layangan, sudah bergeser pada permainan digital dan internet. Ada yang menjadi gamer, vlogger, youtuber, dan banyak lain macamnya. Perubahan demikian terkadang juga  merubah tingkah laku anak.

Banyak kita jumpai anak atau remaja yang sibuk dengan gadget-nya sehingga lupa bagaimana cara menghargai orang sekitar. Mereka kadang lupa untuk sekedar memberi senyum pada orang lain yang dijumpai. Ucapan salam pun sudah terkikis dan berubah menjadi sapaan kekinian ala Barat. Sikap mereka bahkan terlihat sangat keren sehingga lupa bagaimana melakukan sopan santun. Agar tidak terjerumus dengan sikap cuek dan merasa sangat keren, sebaiknya tiga hal ini perlu diterapkan oleh anak atau remaja.

Senyum

Senyum adalah tanda dimulainya suatu ikatan yang secara tidak langsung telah terjalin adanya rasa ukhuwah. Memang benar adanya senyum pada diri kita akan menjadi karisma tersendiri, juga akan menyembunyikan suatu bentuk kedukaan. Maka, tersenyumlah demi membahagiakan orang lain. Tersenyumlah dari hati hingga semuanya akan kembali ke hati.

Senyum dalam ajaran Islam sendiri bernilai ibadah. Seulas senyuman yang disunggingkan kepada seseorang setara dengan nilai bersedekah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

تبسُّمك في وجه أخيك لك صدقة

”Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. AT-Tirmidzi)

لاَ تَحْ قِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَیْئًا وَ لَوْ أ َنْ تَلْقَى أ َخَاكَ بوجه طلق

“Janganlah kamu mengganggap remeh apa saja dari kebaikan, meski hanya engkau bertemu saudaramu dengan muka yang manis (senyum).” (HR. Muslim).

Sebegitu penting tersenyum, bahkan sampai dikembangkan menjadi sebuah terapi yang menyejukkan diri sendiri dan orang lain. Dunia bisnis manajemen saja juga mengajarkan senyuman yang memikat orang lain. Senyuman dapat mempengaruhi penampilan seseorang sehingga orang merasa lebih dihargai dan terlayani. Sungguh luar biasa ajaran Islam yang meletakkan dasar akhlakul karimah berupa senyum.

Salam

Salam adalah ucapan yang terindah yang sering diucapkan sebagai bentuk rasa sayang dan doa kita pada sesama. Menyebarkan salam juga termasuk kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dengan adanya salam antara Muslim satu dengan yang lain saling mendoakan. Itulah indahnya salam. Salam yang dimaksud adalah ucapkan ‘Assalamu’alaikum‘ atau lebih baik lagi ‘Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh‘.        

Bagi seorang Muslim, sungguh ucapan ini jauh lebih baik dari sapaan-sapaan gaul atau pun greets ala barat, karena saling mengucapkan salam akan menumbuhkan kecintaan terhadap hati sesama Muslim, serta dengan sendirinya membuat suasana islami di tengah kerabat dan keluarga. Rasulullah SAW bersabda:

ا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian” (HR. Muslim)

لِيُسَلِّمْ اَلصَّغِيرُ عَلَى اَلْكَبِيرِ وَالْمَارُّ عَلَى اَلْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى اَلْكَثِيرِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: وَالرَّاكِبُ عَلَى اَلْمَاشِي

“Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Muttafaq Alaihi). Menurut riwayat Muslim: “Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan.”

Santun

Santun adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang lain. Sopan santun yang dimiliki sesorang dapat dipandang oleh suatu masyarakat. Juga sebaliknya, sopan santun suatu masyarakat juga dapat dipandang oleh masyarakat lain. Memang tidak mudah untuk menerapkan sopan santun pada diri kita sendiri, tetapi jika orang tua kita berhasil mengajarkan sopan santun sejak kecil maka kita akan tumbuh menjadi seseorang yang bisa menghormati dan menghargai orang lain.

Ciri sikap santun di antaranya menghormati orang tua. Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua setelah perintah beribadah kepada kepada-Nya. Hal ini menandakan suatu penghormatan kepada mereka berdua karena dianggap sebagai penyebab wujudnya manusia di dunia, sumber bagi kehidupan dan perkembangan manusia secara berlangsung. Oleh karena itu, Allah SWT menetapkan perintah berbuat baik kepada orang tua. Allah SWT berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: ayat 23)

Selain menghormati orang tua, ciri sikap santun yaitu tidak berkata kotor, kasar dan sombong. Allah SWT berfirman:

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا

 “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra’: ayat 53)

Demikianlah ayat dan hadis Nabi Muhammad tentang pentingnya menerapkan senyum salam santun di setiap hari-hari kita. Selain memang dianjurkan oleh Islam, tiga hal ini sangat dibutuhkan dalam interaksi sosial. Para remaja boleh saja eksis dan bertingkah kekinian, namun jangan sampai lupa dengan norma-norma kesopanan. Zaman boleh berubah dari waktu ke waktu, namun akhlak generasi muda harus tetap dijaga agar menjadi insan bermartabat dan terhormat.

Nurul Makrifah

Dosen STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com