Muslimah

Bila Muslimah Jatuh Cinta

...
Sumber gambar: islampos.com

al-ibar.net – Cinta adalah anugerah dari Allah SWT. Jatuh cinta sendiri merupakan hal umum yang dirasakan oleh manusia. Begitu luas makna cinta: cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan rasul-Nya, cinta orang tua kepada anak, cinta seorang kakak kepada adiknya, cinta kepada lawan jenis dan lain sebagainya. Lalu bagaimanakah bila seorang muslimah telah jatuh cinta kepada lawan jenisnya?

Jatuh cinta memanglah perasaan alamiah yang tak bisa ditolak atau dipilih. Namun yang terpenting adalah bagaimana bersikap di saat jatuh cinta, sebab ia bisa menjadi jalan menuju maksiat apabila tak disertai dengan iman dan pengetahuan agama.

Jatuh cinta sendiri itu bukan aib atau pun dosa. Bila seorang muslimah telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki, maka apabila ada jalan, syarat dan rukun terpenuhi, menikah adalah solusi yang baik untuk melabuhkan cinta tersebut. Terkait hal ini Ibnu Majah meriwayatkan, dari Ibnu Abbas ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لَمْ أَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Saya belum pernah melihat (obat yang mujarab) bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)

Namun bila hal tersebut belum bisa dilakukan, tabahkanlah hati dan bersabarlah hingga Allah SWT memberikan atau menggantinya dengan yang lebih baik. Hal tersebut semata-mata untuk menjaga kehormatan seorang muslimah. Juga, jangan sekali-kali mendekati zina, sebab zina adalah perbuatan tercela yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan bagi lingkungan di sekitarnya. Allah SWT berfirman:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah SWT, jika kamu beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang beriman.” (QS an-Nur: 2)

Melihat ayat di atas, betapa pelaku zina akan rusak martabatnya di hadapan Allah SWT dan masyarakat sekitar. Ia akan dicampakkan oleh Allah SWT, bahkan akan mendapatkan aib yang berkepanjangan. Sungguh merugi mereka yang tak mampu menahan nafsunya. Maka dari itu, penting bagi seorang muslimah menjaga diri dari hal-hal yang melenakan, terutama terlena sebab cintanya pada lawan jenis.

Bila muslimah jatuh cinta, janganlah menyalurkan rasa tersebut dengan pacaran. Sudah jelas bahwa pacaran sebelum pernikahan tidak diperbolehkan dalam Islam. Allah SWT telah menyuruh kita untuk tidak mendekati zina. Jangan jadikan diri mudah terjerambab ke dalam lembah kemaksiatan yang akan membuat diri sendiri menjadi sengsara.

Namun demikian, harus diakui bahwa orang yang sedang jatuh cinta, baginya dunia akan terasa indah. Perasaan akan lebih menguasai dirinya. Dia menjadi orang yang sangat bahagia, mudah percaya diri, dan seolah lupa dengan rasa sakit yang pernah dialaminya.

Nah, seorang wanita (khususnya) yang kagum kepada lawan jenis, maka cukupkanlah pada tahap kekaguman saja. Jangan jatuhkan cintamu sebelum ada pernikahan. Bila belum mampu menikah, maka salurkanlah perasaan cinta itu untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Mintalah pada sang pemilik cinta, Allah SWT. Rajinlah beribadah dengan sungguh-sungguh. Batasi pergaulan dengan lawan jenis, dengan cara berinteraksi bila perlu dan tetap sesuai syariat.

Agar tidak mudah jatuh dan sengsara karena cinta yang salah, seorang muslimah harus bersikap wajar dan tegas di dalam bergaul. Terutama pergaulan dengan lawan jenis. Muslimah harus pandai menjaga sikap, tidak menebar pesona dan tidak mudah tergoda oleh rayuan atau pun pujian. Carilah lingkaran pertemanan yang saleh, yang mengajak kepada kebaikan, yang selalu mengingatkan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Islam sendiri membuat konsep bahwa cinta yang benar adalah cinta karena Allah SWT, yaitu semata-mata mencari rida Allah dalam ketaatan. Maka sebagai seorang muslimah, kita harus mampu mengontrol perasaan ketika sesudah merasa jatuh cinta. Labuhkan cintamu pada yang tepat. Jangan sampai hati berlabuh pada cinta yang salah.

Arwa Lubna

Pengajar dan Aktivis Dakwah

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com