Muslimah

Meneladani Prinsip Mulia Seorang Hafizhah

...

al-Ibar.net – Apa yang ada dalam benak Anda jika melihat seorang Hafizhah? Sudah pasti hati Anda berkata “Subhanallah, masyaallah” serta diikuti rasa kagum. Seorang yang bujang, bisa jadi berkhayal mempersuntingnya, atau seorang ibu-ibu akan berkhayal mengambil menantu Hafizhah tersebut. Bagaimana tidak, selain menjaga hafalan al-Qurannya, Hafizhah rupanya juga mememegang beberapa prinsip dalam hidupnya. Beberapa prinsip ini bukan hanya diketahui, namun diamalkan oleh mereka di setiap harinya. Prinsip-prinsip mulia tersebut di antaranya:

Menghargai Waktu

Seorang Hafizhah yang menerapkan nilai al-Quran dalam kehidupannya, dia akan memanfaatkan tiap detik yang dikaruniakan Allah SWT dengan hal-hal yang positif dan produktif. Mereka tidak akan telat ketika masuk kerja, datang tepat waktu, tidak banyak bengong atau melakukan hal sia-sia dan sebagainya. Seorang Hafizhah sangat memanfaatkan tiap detik waktu yang mereka miliki. Sebagaimana dalam QS. Al-Ashr ayat 1-3 yang menerangkan tentang pentingnya waktu:

وَٱلۡعَصۡرِ ۝١ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ ۝٢ إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ ۝٣

“Demi masa (1). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).”

 

Menghargai Ilmu Pengetahuan

Hafizhah adalah generasi qur’ani yang luar biasa. Setiap perkataannya adalah kebenaran dan mempunyai dasar, dia tidak akan mengeluarkan statemen-statemen yang dia tidak punya pengetahuan tentangnya (sok tahu). Pengetahuan di sini tidak dibatasi pada pengetahuan tentang agama saja, tetapi pengetahuan secara umum. Pengetahuan mengenai teknologi, kebudayaan, kesehatan, politik dan sebagainya sehingga generasi qur’ani tidak akan berbuat ataupun berbicara dengan tanpa pengetahuan. Mereka akan selalu ingat dengan ayat ini:

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36).

Memiliki Budaya Kerja Keras

Kerja keras adalah salah satu kunci sukses dalam menjalani hidup. Kalau kita ingin mencapai suatu tujuan atau target besar yang menurut sebagaian orang mustahil untuk kita lakukan, tetapi dengan kerja keras, maka insyallah target tersebut akan tercapai. Hafizhah atau generasi qur’ani adalah generasi pekerja keras. Mereka tidak akan melakukan suatu pekerjaan setengah-setengah untuk mendapatkan rejeki atau menghasilkan karya dan ilmu, karena mereka yakin Allah SWT melihat mereka dan nanti di akhirat pekerjaan mereka akan ditampakkan oleh Allah SWT.

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. At-Taubah: 105).

Memiliki Orientasi ke Depan (visioner)

Seorang Hafizhah selalu menggenggam visi dalam hidupnya. Visi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang dalam hidupnya. Seorang pemimpin harus mempunyai visi membawa orang-orang yang di pimpinnya ke arah yang lebih baik. Seorang suami harus punya visi dalam memimpin anak istrinya dalam menggapai berkah sakinah mawaddah warahmah. Seseorang, secara individu pun harus punya visi yang lebih jauh lagi, yaitu the end of life nya mau syurga atau neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyar: 18).

Memiliki Harga Diri Tinggi

Harga diri berkaitan dengan kemuliaan. Hafizhah atau generasi qur’ani akan menjaga ketakwaannya di segala macam kondisi, baik senang maupun sedih. Lapang atau sempit. Hal ini dikarenakan mereka mengingat ayat:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujarat: 13)

Memiliki Networking (Silaturahim)

Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meraih kesuksesan, seseorang harus mempunyai networking yang luas. Mereka tidak boleh mengekslusifkan diri kita sendiri. Banyak buku yang
mengupas tentang pentingnya memiliki networking sehingga buku-buku yang berkaitan dengan networking ini banyak beredar. Saat ini berapa banyak buku tentang komunikasi, mempengaruhi orang, membangun networking dan sebagainya yang beredar. Generasi qur’ani pun demikian, mereka harus memperluas silaturrahim karena hal tersebut jauh-jauh hari sudah dicantumkan dalam Al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah SWT menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah SWT memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah SWT yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi
kamu.” (QS. An-Nisa’: 1)

Mengagumkan sekali pribadi seorang Hafizhah. Di tengah kesibukan aktivitasnya, ia selalu memegang al-Quran di tangan dan juga dalam sanubarinya. Al-Quran sebagai kalamullah sudah menjadi teman sejatinya di saat susah maupun senang. Setiap detik waktu yang mereka miliki terasa sangat berharga. Berbeda dengan orang yang suka menyia-nyiakan waktu. Gosip, gibah atau rumpi telah menjadi hal rutin yang dikerjakan. Tentu saja berbeda dengan seseorang yang selalu menghafal al-Quran, secara otomatis mereka akan berusaha mengamalkan prinsip-prinsip mulia di hidupnya. Menghargai waktu, memiliki visi, bekerja keras, senang silaturrahim, dan bertingkah sesuai ilmu pengetahuan. Sudah sepatutnya kita meneladani prinsip mereka di sisa hari-hari yang kita miliki.

Nurul Makrifah

Dosen STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com