Muslimah

Jika Aku Adalah Seorang Istri

...

al-Ibar.net – Berpasang-pasangan dan menjalin kasih sayang adalah fitrah bagi setiap manusia, dan cara untuk menyatukannya adalah dengan menikah. Laki-laki akan menjadi seorang suami dan wanita akan menjadi seorang istri. Setiap bentuk kegiatan di dunia, pasti akan ada hak dan kewajiban yang harus dijalankan di dalamnya, termasuk dalam hal pernikahan. Menikah itu butuh ilmu. Sedangkan mempelajari ilmu pernikahan itu ibarat seseorang yang sedang memegang kunci untuk membuka berbagai pintu. Pintu keberkahan, pintu kebahagiaan, pintu ujian, dan pintu-pintu lainnya yang akan mengantarkannya ke dalam ruang di mana pernikahan itu diperjuangkan.

 

Jika seorang wanita muslimah telah menjadi seorang istri, maka tanggung jawab kedua orang tuanya akan beralih kepada sang suami, tepat setelah ijab kabul diucapkan. Pada saat itu juga, istri harus mendahulukan kepentingan suami dibandingkan orang tuanya. Meski demikian, kewajiban untuk menaati suami bukan berarti ia harus memutus tali silaturahmi atau bahkan mendurhaki orang tua. Suami berkewajiban membimbing istri untuk tetap menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Islam telah mengatur pemenuhan kewajiban ini sesuai fitrah dan tidak membebankan seorang hamba di luar kemampuannya.

 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

 

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah SWT) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah SWT memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah SWT yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah SWT selalu menjaga dan mengawasimu. (QS. An-Nisa: 1)

 

Setelah seorang muslimah menikah, ada beberapa kewajiban sebagai istri yang harus dijalankan. Wanita yang baik agamanya adalah yang senantiasa menegakkan perintah Allah SWT. Menjaga anak-anak dan harta suaminya. Jika suaminya lupa, ia akan mengingatkan. Jika suaminya malas, ia akan menyemangatinya. Jika suaminya marah, ia akan berusaha membuatnya rida. Bahkan, entah tempat seorang wanita itu nantinya di surga atau neraka, semuanya dapat dilihat dari sikapnya terhadap suami.

 

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harusnya dilakukan oleh seorang istri pada suaminya, yang seringkali terlupakan pada masa ini:

 

#1. Seorang istri wajib menaati suaminya.

Istri yang salihah adalah ia yang senantiasa menaati suami yang merupakan imam dan pemimpin di dalam keluarganya. Tentunya, ketaatan yang dimaksud adalah ketaatan terhadap hal-hal yang tidak melenceng dari perintah Allah SWT. Andai saja suami menyuruh istri melakukan kemungkaran, maka hal itu tidak boleh dilakukan. Sebab, ketaan yang dibenarkan adalah pada sesuatu yang makruf, kebaikan.

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ إِنَّمَا الطَّاعَةَ فِي الْمَعْرُوْفِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah SWT, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.” (HR. Al-Bukhari).

 

#2. Tidak keluar rumah tanpa izin suami.

 

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

 

“Dan hendaklah kamu (perempuan-perempuan) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah SWT dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah SWT bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33).

 

Allah SWT memerintahkan agar wanita muslimah lebih banyak tinggal di rumah, karena rumah adalah hijab yang paling syar’i baginya. Namun demikian, bukan berarti wanita tidak boleh keluar rumah. Boleh, apabila tujuan keluar rumah atau kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang bermanfaat dan sesuai syariat.

 

Semasa belum menikah, tentu kita perlu meminta izin kepada orang tua saat hendak bepergian. Pun ketika sudah  menjadi seorang istri, apabila ia keluar rumah harus ada izin terlebih dahulu dari suaminya. Sebab, istri adalah tanggung jawab suami.

 

#3. Menjaga aurat

Menjaga aurat tentu saja kewajiban setiap Muslim. Bahkan ketika wanita sudah menjadi istri, ia tetap harus menjaga aurat dan sudah harus paham siapa saja yang menjadi mahramnya. Meski sudah menjadi bagian dari keluarga suami, bukan berarti serta merta semua keluarga suami adalah mahramnya. Harus ada batasan yang wajib dijaga auratnya.

 

#4. Berhiaslah untuk suamimu, bukan untuk laki-laki lain

Berhias untuk suami adalah ibadah. Fitrah berhias bagi wanita menjadi penting sebab ia adalah pasangan dari lelakinya. Berhias untuk suami dianjurkan selagi tidak melanggar batas-batas syariat yang sudah ditentukan, seperti muncukur alis atau hal-hal lain yang dilarang.

 

Wanita terbaik adalah yang bisa menyenangkan hati suaminya. Jangan sampai seorang istri sibuk berdandan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, tapi di hadapan suaminya ia malah terlihat kumal, naudzubillah min dzalik. Sebab bukan hanya perempuan yang menjadi istri, merawat diri pun termasuk kewajiban bagi setiap Muslim sebagai bentuk kesyukuran atas karunia Allah SWT.

 

Selain itu, seorang istri tentunya juga harus bisa menjadi “pakaian” yang baik bagi suaminya, begitu pun sebaliknya. Artinya, mereka harus mampu menjaga muruah (harga diri) sebagai seseorang yang sudah menikah.

 

Arwa Lubna

Pengajar dan Aktivis Dakwah

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com