Muslimah

Tetap Beribadah Meski Sedang Haid

...

al-Ibar.net – Ciri wanita yang baligh, salah satunya akan ditandai dengan datangnya haid atau sering disebut datang bulan. Normalnya, haid akan datang secara rutin setiap bulannya. Telah disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa haid adalah ‘adza, merupakan sesuatu yang menimbulkan rasa sakit tapi bukan penyakit.

 

وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِ قُلۡ هُوَ أَذًى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلۡمَحِيضِ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ

“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah SWT kepadamu. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

 

Saat wanita muslimah sedang haid, ada beberapa ibadah yang tidak boleh dilakukan. Mereka dibebaskan dari kewajiban salat dan dilarang untuk menyentuh mushaf Al-Qur’an. Namun hal itu bukan berarti muslimah tidak boleh beribadah sama sekali, karena bentuk ibadah sangatlah banyak. Muslimah masih sangat berkesempatan mendapatkan banyak pahala meskipun dalam keadaan haid. Inilah amalan-amalan yang bisa dilakukan wanita muslimah saat sedang haid agar pahala tetap ia dapatkan dengan rida Allah SWT:

 

#1. Memperbanyak zikir dan selawat

Zikir dan selawat adalah amalan yang sangat dianjurkan. Zikir dengan lisan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, kecuali di tempat yang dilarang menyebut asma Allah SWT, seperti di kamar mandi atau toilet.

 

Jenis-jenis zikir pun sangat banyak. Muslimah yang sedang haid bisa mengucapkan kalimat tayibah seperti tasbih, tahmid, takbir, atau yang lainnya. Bahkan, zikir juga bisa diucapkan untuk memohon pengampunan dengan mengucapkan kalimat istigfar. Dengan zikir dan selawat, kita akan mendapatkan ketenangan jiwa dan memperbanyak pahala.

 

#2. Berdoa

Berdoa juga salah satu amalan yang bisa dilakukan saat seorang muslimah sedang haid, seperti halnya dengan zikir. Selain karena Allah SWT memang memerintahkan kita untuk berdoa setiap saat, doa juga bisa dijadikan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

#3. Bersedekah

Banyak cara bersedekah yang bisa dilakukan, seperti sedekah Subuh misalnya. Meski tidak bisa salat Subuh, wanita yang sedang haid baiknya tetap bangun di pagi hari saat Subuh, menyisihkan rezekinya untuk bersedekah. Gunakan waktu Subuh untuk zikir, berdoa dan  bersedekah. Jangan tergoda untuk bermalas-malasan sampai bangun siang karena sedang tidak salat. Dalam hal bersedekah, Rasulullah SAW telah menyerukan sebuah hadis:

 

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

 

“Wahai kaum wanita, bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka. (HR. Muslim)

 

#4. Mendengarkan Al-Qur’an

Meski wanita tidak boleh memegang atau membawa Al-Qur’an ketika haid, ada baiknya untuk tidak meninggalkan seluruhnya. Sebab, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat Islam. Wanita yang haid tetap dianjurkan untuk mendengarkan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Bisa ikut mendengarkan orang lain yang sedang mengaji atau mendengarkan murattal Al-Qur’an.

 

#5. Muraja’ah atau Mengulang Hafalan

Meski dilarang menyentuh Al-Qur’an saat haid, bagi muslimah yang memiliki hafalan Al-Qur’an masih tetap boleh melakukan muraja’ah sebagai pengganti amalan membaca Al-Qur’an sekaligus agar hafalannya tetap terjaga.

 

#6. Mendengarkan Tausiyah

Ketika muslimah sedang haid, tidak menutup kemungkinan tubuhnya merasa lemas hingga kemudian malas melakukan sesuatu. Jangan sampai hal itu melalaikan diri sehingga mempengaruhi keimanan dan tingkat ibadah menurun. Maka untuk mengatasi hal tersebut, muslimah bisa mendengarkan tausiyah dan menuntut ilmu agama untuk terus meningkatkan keimanan selama masa haid.

 

Alhasil, secara garis besar, haid bukanlah suatu alasan untuk meninggalkan ibadah kepada Allah SWT. Muslimah bahkan masih bisa mendulang banyak pahala meskipun sedang haid. Tetaplah beribadah wahai muslimah, haid bukanlah penghalang. Banyak cara untuk mendapatkan rida Allah SWT.

Arwa Lubna

Pengajar dan Aktivis Dakwah

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com