Sejarah

Kenapa Nabi Muhammad SAW Lahir pada Bulan Rabiul Awal, bukan Ramadan?

...

al-Ibar.net – Rabiul Awal adalah bulan mulia yang dimuliakan. Pada bulan inilah manusia paling agung, Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Manusia yang nantinya akan menjadi pemimpin dan tumpuan dari seluruh makhluk di muka bumi, dari awal hingga akhir kehidupan.

Terkait bulan suci yang satu ini, Imam al-Suyuthi mengutip ulasan menarik dari Ibnu al-Haj dalam karyanya al-Hawi li al-Fatawi terkait pertanyaan, “Kenapa Nabi Muhammad SAW tidak dilahirkan pada bulan Ramadhan yang notabene-nya adalah bulan tempat lahirnya al-Quran dan Lailatul Qadar?” Juga pertanyaan, “Kenapa beliau dilahirkan hari Senin, bukan hari Jumat yang sudah masyhur sebagai hari baik?”

Ibnu al-Haj menjelaskan bahwa ada empat alasan terkait hal ini:

الأول : ما ورد في الحديث من أن الله خلق الشجر يوم الاثنين ، وفي ذلك تنبيه عظيم ، وهو أن خلق الأقوات والأرزاق والفواكه والخيرات التي يمتد به بنو آدم ويحيون وتطيب بها نفوسهم

“Pertama, adanya hadis yang menjelaskan bahwa Allah SAW menciptakan pepohonan pada hari Senin, dan dalam penciptaan pohon itu banyak terkandung tanbih (peringatan) yang agung, yaitu penciptaan aqwat (makanan pokok), rejeki, buah-buahan dan segala kebaikan yang melestarikan  dan menjaga kehidupan manusia.”

الثاني : أن في لفظة ربيع إشارة وتفاؤلا حسنا بالنسبة إلى اشتقاقه ، وقد قال أبو عبد الرحمن الصقلي : لكل إنسان من اسمه نصيب

“Kedua, lafal Rabi’i (Rabiul Awal) mengandung isyarah dan tafa’ul (mengharap kebaikan) yang baik , dengan cara dinisbatkan pada istiqaq-nya. Abu Abdur Rahman berkata: Setiap manusia memiliki bagian arti dan ma’na dalam namanya.”

الثالث : أن فصل الربيع أعدل الفصول وأحسنها ، وشريعته أعدل الشرائع وأسمحها

“Ketiga, bahwa bulan Rabiul Awal masuk pada musim yang paling baik dalam setahun.

الرابع : أن الحكيم سبحانه أراد أن يشرف به الزمان الذي ولد فيه فلو ولد في الأوقات المتقدم ذكرها لكان قد يتوهم أنه يتشرف بها

“Keempat, Allah yang maha bijaksana berkehendak memuliakan zaman atau waktu di mana Nabi Muhammad SAW dilahirkan (bulan Rabiul Awal). Jika seandainya Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada waktu-waktu yang disebutkan di atas (Selain Rabiul Awal), maka (dikhawatirkan) bisa diambil kesimpulan yang salah bahwa Nabi Muhammad SAW menjadi mulia karena ikut (mendompleng) pada bulan-bulan mulia tersebut.”

Di samping empat uraian di atas, ada banyak peristiwa besar bagi umat Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Awal ini. Di antara adalah:

Pertama, lahir dan wafatnya Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan ini. Tepatnya, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun gajah (570 M), dan wafat pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal 23 H (8 Juni 632).

Kedua, hijrahnya umat Islam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah). Hijrahnya Nabi Muhammad SAW berserta umatnya ke Madinah ini menjadi peristiwa besar yang selalu ditunggu-tunggu dan dirayakan sebagai tahun baru Islam. Peristiwa ini menjadi manuver dan batu loncatan yang paling krusial atau menentukan untuk keberlangsungan hidup agama dan umat Islam pada masa-masa berikutnya.

Ketiga, pembangunan masjid pertama dan pertama kali dilaksanakannya shalat Jumat. Hal ini terjadi pada saat Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar al-Sidiq menyambangi desa Quba pada tanggal 12 Rabiul Awal pada tahun pertama dari hijrah. Di sana, beliau mendiri masjid untuk pertama kalinya, yang kemudian dikenal dengan masjid Quba’. Lepas dari pembangunan masjid pertama itu, beliau kemudian menuju Madinah, hingga saat sampai di hari Jumat setelahnya, beliau melaksanakan shalat Jumat bersama para shahabatnya untuk pertama kalinya.

Itulah beberapa keutamaan bulan Rabiul Awal, hingga kemudian banyak peristiwa besar yang terjadi di dalamnya. Karenanya, di bulan yang suci ini, semoga hati kita bisa suci dan bersih disebabkan oleh banyaknya shalawat untuk mengingat keagungan Nabi Muhammad. Amin.

Ali Imron

Alumni PP Sidogiri. Aktif sebagai Ketua PC HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) Surabaya dan Direktur K2ASF PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon Adab dan Humaniora UINSA Surabaya.

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com