Tasawuf

Pentingnya Berpikir Positif

...

al-Ibar.net – Alasan mengapa berpikir positif itu penting, karena sebagai manusia kita tidak akan pernah luput dari berprasangka buruk, curiga, hawatir dengan nasib, kehilangan optimisme hidup, dan lain sebagainya. Hidup yang penuh dengan misteri, membuat sebagian orang menerka-nerka tentang apa yang akan terjadi. Gelisah, sedih dan takut akan hari esok, terkadang menghantui pikiran manusia. Padahal Allah SWT SWT telah menegaskan pentingnya berprasangka baik atau berpikir positif.  Hal ini diketahui dalam firman Allah SWT melalui hadis berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي

Rasullullah SAW bersada: “Sesungguhnya Allah SWT berfirman : Aku sesuai prasangka hambaku padaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.” (HR. Muslim)

Dari firman Allah SWT tersebut, jelas sekali pentingnya berpikir positif. Seorang akan mendapatkan hal sesuai dengan keyakinannya. Jika ia optimis akan suatu hal, maka ia akan meraihnya. Berpikir positif mengenai jodoh, nasib dan pekerjaan yang dijalani dengan penuh ikhtiyar, besar kesempatan semuanya akan tercapai. Namun sebaliknya, jika seseorang pesimis mengenai jodoh, nasib dan pekerjaan, serta tidak dilalui dengan ikhtiyar dan doa, maka sempitlah kesempatan baginya untuk meraih apa yang diarapkan. 

Selain ayat tentang pentingnya berpikir positif, Allah SWT telah berfirman mengenai buruknya berpikir negatif. Ayat tersebut adalah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Di sini pikiran positif memiliki peranan penting, karena pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita akan bisa menjadi pribadi yang lebih matang, pribadi yang luar biasa dan siap menjemput semua impian. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan dan kelemahan kita, akan tetapi pikiran positif akan membawa kita mencari dan memperoleh kekuatan-kekuatan baru pada diri kita.

Pikiran positif merupakan salah satu kekuatan yang dahsyat dalam mengaktifkan faktor nilai tambah dalam diri seseorang. Pikiran positif memancarkan gelombang optimisme dan antusiasme yang dahsyat ke dalam dunia sekitar, sehingga dapat mengaktifkan sikap positif, dan akhirnya membuahkan hasil yang positif pula.

Selain itu, DR William James, Father of America Psychology mengatakan, We can alter our lives by altering our attitudes (manusia dapat mengubah sikap dan cara berpikirnya). Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab, pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan untuk berhasil.

Sebuah kisah dari Lance Amstrong, pikiran positif telah membantunya yang seorang pembalap sepeda terkemuka di dunia, untuk mengalahkan penyakit kanker yang dideritanya. Pikiran ini telah menggerakkan Lance untuk tetap berusaha mencari kesembuhan. Pikiran positif ini juga telah membantu Lance untuk berlatih kembali untuk tampil di kejuaraan dunia yang terpaksa ditinggalkannya ketika dalam pengobatan. Hasilnya pun luar biasa, Lance berhasil merebut kembali gelar juara dunia. Di dalam Al-Qur’an sendiri juga terdapat ayat yang membahas tentang hal ini:

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imron: 139)

Ayat tersebut turun ketika umat Islam mengalami kekalahan pada perang Uhud. Waktu itu, pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Quraisy yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Umat Islam ketakutan. Allah SWT kemudian menjanjikan sebuah kemenangan pada perang berikutnya sejauh mereka tak merasa rendah diri, berkecil hati, tidak memandang negatif kemampuan diri sendiri, apalagi kelompok.

Dari beberapa penjelasan mengenai pentingnya berpikir positif tersebut, dapat diambil penjelasan bahwa seseorang harus berpikir positif dalam kondisi apapun, bahkan ketika dalam ancaman kematian sekalipun. Siapapun itu, sudah semestinya senantiasa memberikan makna baru, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan, sehingga irama hidup tidak monoton dan membosankan.

Nurul Makrifah

Dosen STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Kontributor

al-ibar.net dikelola oleh para penulis dan kreator yang butuh dukungan dari sahabat-sahabat. Yuk bantu al-ibar.net agar istikamah melahirkan karya yang mengedukasi dan berkualitas. Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

Transfer donasi ke:

Bank Jatim
No Rek: 1282095285
A.n Yayasan Harakah Annajah Surabaya

Konfirmasi ke alibardotnet@gmail.com